6 Tips dalam Menggunakan Mesin Press Kaos

6 tips menggunakan

Dalam bidang sablon digital, peran mesin press cukup penting lho. Mesin ini membantu merekatkan polyflex ke media dan memindahkan desain ke media. Ada lagi yang tau fungsinya? Kali ini, untuk Sobat Nyabloners yang baru menekuni sablon digital, kami mau berbagi informasi nih. Ada 6 tips menggunakan mesin press kaos yang bisa Sobat simak.

Memangnya ada apa dengan mesin press? Mengapa tips ini penting? Tentu saja untuk membantu Sobat Nyabloners agar hasil sablonnya lebih maksimal dan tidak mengecewakan. Karena terkadang, kesalahan teknis kecil saja bisa berakibat pada kualitas sablon yang Sobat produksi.

Oleh karena itu, ada beberapa tips yang bisa Sobat terapkan supaya terhindar dari kesalahan teknis ini. Yuk, mulai simak tipsnya!

6 tips menggunakan mesin press kaos untuk hasil sablon terbaik

Baca Juga : Printing Digital Makin Ramai, Ketahui Ini untuk Memulai

Pastikan daya listrik sesuai

Hal ini penting diketahui sebelum Sobat membelinya. Tak hanya untuk mesin press, namun semua mesin sablon digital. Perhatikan daya listrik mesin press dan kapasitas daya di rumah atau tempat produksi.

Pastikan daya listriknya sesuai dan memadai untukmu melakukan proses produksi. Sobat bisa mencari mesin press yang dayanya di bawah daya listrik di tempat produksimu. Misalnya mesin press dengan daya listrik 600 – 900 watt.

Lakukan proses pre-heat ke media

Sebelum merekatkan polyflex, ada baiknya Sobat melakukan proses press kaos terlebih dahulu. Tujuan melakukan ini ialah supaya permukaan kaos rata serta bulu kaos tertidur rapi. Hal ini membuat hasil sablon lebih bagus.

Atur temperatur yang tepat

Sablon kaos memiliki metode dan bahan yang berbeda. Untuk itu, Sobat perlu mengetahui pengaturan temperatur yang tepat. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan hasil sablon terbaik untuk produkmu.

Berikut panduan temperatur yang bisa Sobat aplikasikan :

  • Temperatur 165 derajat selama 10 detik untuk sablon polyflex dan printable polyflex
  • Temperatur 165 derajat selama 30 detik untuk sablon DTG
  • Temperatur 190 derajat selama 40 detik untuk sablon sublimasi

Baca Juga : Mesin Press RTP Series dari Rhinotec

Pastikan tekanan mesin press kuat

Sebagai contoh, dalam sablon polyflex. Jika tekanan mesin press kurang, maka polyflex tidak akan rekat maksimal. Hal ini mengakibatkan polyflex tersebut mudah mengelupass. Tentunya Sobat tak ingin hal ini terjadi kan?

Sobat sudah melakukan pengaturan suhu dan waktu yang tepat. Namun jika tekanan yang diberikan kurang kuat, hasil sablonmu juga akan kurang maksimal.

Selalu gunakan kertas teflon

Meski terlihat agak menyusahkan, tapi ini penting juga. Kertas teflon ini membantu meratakan panas dari mesin press. Dengan begitu, sablon bisa teraplikasikan dengan baik.

Selain itu, lapisan ini juga menghindari kemungkinan tinta tekstil atau polyflex bersentuhan langsung dengan plat pemanas. Jika itu terjadi dalam jangka waktu lama, plat pemanas bisa rusak. Apabila itu terjadi hasil sablonmu juga gagal total, Sobat.

Rawat mesin press dengan baik

Semua proses di atas sudah dilakukan? Nah, kini saatnya Sobat mengetahui bagaimana merawat mesin press kesayangan kalian. Sebelum dan sesudah proses press selesai semua, bersihkan mesin dari debu. Lakukan jika sudah dalam kondisi dingin ya. Selain itu, jangan lupa untuk menutupi mesin dengan kain supaya terhindar dari debu.

Baca Juga : Artikel Usaha Sablon Digital

Berikut tadi adalah 6 tips menggunakan mesin press kaos. Sobat Nyabloners bisa mencobanya dengan mesin press kalian sendiri. Semoga tips tersebut bermanfaat ya, Sobat!

Masih ada pertanyaan seputar mesin press? Atau sedang mencari referensi mesin yang pas untuk usaha clothingmu? Hubungi tim Bikin Usaha Sablon yuk! Caranya mudah kok, cukup klik gambar berikut!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *